Kamis, 02 Januari 2014

Virtualitas Game dalam Pandangan Filsafat Teknologi Don Ihde

Virtualitas Game dalam Pandangan Filsafat Teknologi Don Ihde
Oleh : Aditya Nirwana

ABSTRAK

Game sebagai Teknologi Simulasi
Virtual sering didefinisikan sebagai sesuatu yang berlawanan dengan kenyataan. Persoalan perpanjangan tubuh manusia melalui komputer dan realitas virtual (virtual reality) menimbulkan masalah mengenai identitas dan keberadaan manusia. Game merupakan salah satu bentuk dari realitas virtual (VR), didalamnya seseorang dapat melakukan apa yang mungkin tidak dapat dilakukan dalam realitas kongkret/kenyataan keseharian. Game City Racing menjadi obyek material dalam kajian ini, dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana game City Racing sebagai teknologi simulasi dapat mempengaruhi persepsi manusia terhadap ruang dan waktu, serta menjelaskan hubungan apa saja yang terbentuk oleh game tersebut terhadap manusia. Untuk menjelaskan hal-hal tersebut, digunakan pendekatan teori filsafat teknologi Don Ihde yang mengkaji fenomena teknologi dan bukan dampak teknologi. Kesimpulan dari kajian ini antara lain game City Racing mengubah persepsi user terhadap waktu. Siklus waktu yang terjadi pada game mengalami magnifikasi. Waktu ilusi tersebut dibawa dari kedudukan latar belakang, ke kedudukan di latar depan. Disamping itu, game City Racing telah mengubah persepsi user terhadap ruang, karena lingkungan virtual mengalami magnifikasi, menjadi lebih ‘penting’, dan pada saat yang sama, ruang yang aktual/kongkret mengalami reduksi, lingkungan/ruang yang aktual menjadi ‘tidak penting’. Adapun dalam game City Racing terdapat tiga variasi hubungan antara manusia (user) dengan teknologi, yakni hubungan kebertubuhan, hubungan hemeneutis, hubungan keberlainan.

Selasa, 19 Februari 2013

Ontologi, Epistemologi, dan Metodologi

Ontologi, Epistemologi, dan Metodologi
Sebuah Pengantar Singkat
Oleh : Aditya Nirwana
Berangkat dari sebuah pertanyaan besar mengenai Ontologi, sebuah term yang pertama kali diperkenalkan oleh Rudolf Goclenius pada tahun 1636 M untuk menamai teori tentang hakikat yang ada yang bersifat metafisis. Ontologi disebutkan sebagai salah satu cabang dari filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan yang mencakup semua ilmu khusus, disamping Epistemologi dan Aksiologi. Ketiga cabang tersebut merupakan cabang besar dari dari Filsafat, sedangkan cabang Filsafat yang khusus terdiri dari Filsafat Bahasa, Filsafat Matematika, Filsafat Agama, Filsafat Seni, dan seterusnya. Disebutkan pula bahwa Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi merupakan landasan penelaahan ilmu, hal ini didasari oleh pendapat yang menyatakan bahwa Filsafat Ilmu merupakan kajian atau telaah secara mendalam terhadap hakikat ilmu. 

Senin, 15 Oktober 2012

Teori Seni dalam Tiga Tahap Kebudayaan

Oleh : Aditya Nirwana

Menurut ilmu antropologi, “kebudayaan” adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar (Koentjaraningrat, 2009 : 144). Seni merupakan salah satu wujud kebudayaan yang bersifat artifact, yakni benda-benda hasil karya manusia disamping dua wujud kebudayaan yang lain yaitu ideas, dan activities.

Kamis, 27 September 2012

Pohon Pisang di Tengah Budaya Tradisi Masyarakat Indonesia

Pohon pisang di pojok gang
Ada Apa Dengan Pohon Pisang ?

Inilah buah dari sebuah matakuliah yang bernama Teknik Penulisan Ilmiah. Melihat judulnya saja, sudah dapat dibayangkan mengenai isi, proses, serta bagaimana cara belajar yang harus dilakukan agar seluruh materi matakuliah tersebut dapat dipahami. Seperti yang penulis alami pada waktu studi yang telah lalu, matakuliah yang bernama Metodologi Penulisan Ilmiah yang harus dilakoni dengan mata terbuka lebar, kosentrasi tinggi, energy yang besar, disiplin yang ketat, dan lain-lain yang membuat segala hal terasa berat. Tapi tidak, hal itu tidak terjadi pada matakuliah Teknik Penulisan Ilmiah yang penulis tempuh saat ini. Dosen pengampu matakuliah Prof. Drs. M. Dwi Marianto, MFA.,PhD. begitu “cantik” dalam membawakan matakuliah yang terkesan kaku dan rumit ini.